CARL ROGERS

 TEORI KEPRIBADIAN CARL ROGERS



Eunike Oktavia

19310410010

Psikologi Kepribadian II

Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., M.A

Carl Rogers dilahirkan pada tanggal 8 Januari, 1902, di Oakpark, Illinois, pinggiran kota Chicago. Rogers seorang psikolog yang terkenal dengan pendekatan terapi klinis yang berpusat pada klien (client centered). Rogers kemudian menyusun teorinya dengan pengalamannya sebagai terapis selama bertahun-tahun. Rogers memandang kesehatan mental sebagai proses perkembangan hidup alamiah, sementara, kejahatan, dan persoalan kemanusiaan lain dipandang sebagai penyimpangan dari kecenderungan alamiah.

Rogers sangat kuat memegangi asumsinya, bahwa manusia itu bebas, rasional, utuh, mudah berubah, dan sukar dipahami. Pendekatan dari Rogers konsisten menekankan pandangan bahwa tingkah laku manusia hanya dapat dipahami dari bagaimana manusia memandang realita subyektif , dan juga berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk memntukan nasibnya sendiri.

A.       Struktur Kepribadian, dari 19 rumusannya, diperoleh 3 konstruk yang menjadi dasar penting dari teorinya, yaitu :

1.       Organism

a.       Mahkluk Hidup, tempat semua pengalaman, segala sesuatu yang secara potensial terdapat dalam kesadaran setiap saat.

b.      Realitas Subyektif, organisme menanggapi dunia seperti diamati atau dialaminya. Realita adalah medan persepsi  yang sifatnya subyektif, bukan fakta benar-salah.

c.       Holisme, setiap perubahan memiliki makna pribadi dan bertujuan mengaktualisasi, mempertahankan, dan mengmbangkan diri.

2.       Medan Fenomena, keseluruhan pengalaman baik internal maupun eksternal, disadari maupun tidak disadari. Medan fenomena adalah seluruh pengalaman pribadi seseorang sepanjang hidupnya didunia sebagaimana presepsi subyektifnya.

3.       Self, konsep pokok dari teori Rogers karena merupakan satu-satunya struktur kepribadian yang sebenarnya. Konsep self mengambarkan pandangan diri dalam yang berkaitan dengan berbagai peran dalam kehidupan . 

B.      Dinamika Kepribadian, pada dasarnya ada peluang semua tingkah laku manusia bertujuan untuk meningkatkan kompetensinya, yang berarti mengaktualisasikan diri. Rogers percaya, tidak ada seorangpun yang dapat mencapai aktualisasi diri sepenuhnya sehingga tidak membutuhkan motivasi lagi. Menurutnya, akan selalu ada bakat yang harus dikembangkan, ketrampilan yang harus  dikuasai.

C.      Perkembangan Kepribadian, Rogers tidak membahas teori pertumbahan dan perkembangan namun Dia yakin adanya kekuatan tumbuh pada semua orang yang secara alami mendorong proses organisme menjadi semakin kompleks. Self berkembang secara utuh, menyentuh semua bagian-bagiannya. Berkembangnya self diikuti oleh kebutuhan penerimaan positif dan penyaringan tingkah laku yang disadari agar tetap selaras dengan struktur self.

 

Sumbangan Rogers terhadap psikologi yang terpenting adalah keyakinan dan pandangan humanistic dan holisme terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Optimisme dan kepercayaannya yang bulat terhadap kemampuan setiap diri manusia untuk memahami, mengatur, dan mengembangkan dirinya sendiri, menempatkan manusia sebagi subyek, dan bukan obyek psikoterapi dan psikologi.


Daftar Pustaka 

Alwisol. (2009). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.

(Sumber Gambar : https://www.google.com/imgres?imgurl)


Komentar